Sunday, August 3, 2014

PERATURAN DAN TEKNIK DASAR TOLAK PELURU

Tujuan tolak peluru adalah menolak peluru ke depan sejauh-jauhnya dengan menggunakan tangan. Pada dasarnya ada dua gaya dalam tolak peluru, yaitu gaya menyamping dan membelakangi. Tolak peluru dilakukan pada sektor lemparan yang berdiameter 2,135 yang berbentuk lingkaran.

Lihat gambar di bawah ini.


















Alat dan peluru

Peluru terbuat dari bahan padat, dari besi atau bahan yang sejenisnya yang keras dan di isi timah atau bahan-bahan yang lain dan berbentuk bulat. Untuk atlit putra berat peluru adalah 7.26 kg dan diameter 110-130 mm. peluru untuk putrid beratnya 4 kg dan berdiameter 95-100mm.

Teknik tolak peluru

a)      Cara memegang peluru
Peluru diletakkan pada ujung telapak tangan. Jari-jari tangan terbuka menutupi peluru agar tidak tergelincir ke dalam, dan kelingking menjaga peluru aga tidak tergelincir ke luar.
b)      Cara menempatkan peluru pada bahu
Sebuah peluru yang dipegang ditempatkan diantara tulang selangka dengan rahang bagian bawah. Peluru bagian atas sedikit menempel pada rahang bagian bawah.

Tolak peluru gaya menyamping

Cara melakukan tolak peluru gaya menyamping adalah sebagai berikut:

1.       Sikap permulaan

Dalam gaya menyamping arah sasaran dengan bahu kiri mengarah kesamping, kea rah sasaran. Kedua kaki dibuka selebar bahu, tangan kanan memegang peluru dan menempelkannya antara tulang rahang dan selangka siku yang mengarah ke bawah, dan lengan kiri mengimbangi dalam posisi yang wajar.

2.       Gerakan

Lakukan gerak pendahuluan dengan kaki kiri. Gerak pendahuluan dilakukan dengan kaki kiri diayunkan lurus ke samping kiri secara bersamaan dengan menjingkrakkan kaki kanan. Gerakan jingkrak serendah-rendahnya segaris dengan arah tolakan dan mendarat dengan kaki kanan lebih dahulu setelah kaki kiri mendarat dengan cepat dan kuat dengan tekukan lutut kaki kanan diluruskan yang disertai dengan sedikit putaran badan kea rah kiri, kemudian berat badan dipindahkan ke kaki kiri yang masih ditekuk.
Tangan kanan mulai diluruskan kea rah lemparan pada sudut tolakan,  kemudian peluru dilepaskan dengan dibantu kekuatan dan lecutan pergelangan dan jari tangan.

3.       Sikap akhir


Kaki kanan melangkah pendek dan kaki kiri diayunkan kebelakang untuk menjaga keseimbangan lengan kanan. Lemparan mengarah ke depan atas dan dalam sikap rileks.
Tolak peluru gaya membelakangi arah tolakan

Tolak peluru gaya membelakangi adalah sebagai berikut

1.       Permulaan

a.       Ambil awalan dengan membelakangi arah tolakan, kemudian bungkukkan badan ke depan dan bertumpu pada kaki kanan dan lutut ditekuk, kaki kiri diangkat lurus menuju arah tolakan.
b.      Tarik kaki kanan kebelakang kea rah tolakan secepat-cepatnya, kemudian kenakan kaki kiri pada papan tolakan dengan badan tetap membungkuk serta tangan kiri diluruskan ke atas secara rileks dan pandangan ke bawah.
c.       Gerakan meluncur ke belakang dengan diawali penekukan kaki kanan untuk berjingkrak rendah kebelakang dan disertai ayunan sepakan kaki kiri jauh ke belakang. Ketika sikap badan benar-benar condong ke depan, mulailah pendaratan kaki kanan. Setelah berjingkrak disusul kaki kiri, badan segera berputar ke kiri serong ke atas, kemudian berat badan dipindah ke kaki kiri yang masih ditekuk, dan tangan kanan di arahkan ke sudut tolakan, kemudian peluru dilepaskan dengan dibantu kekuatan lecutan pergelangan tangan dan jari-jari tangan.

2.       Sikap akhir

Kaki kanan dipindah ke depan dan kaki kiri diayunkan kebelakang untuk menjaga keseimbangangan.

Kesalahan pada tolak peluru

1.       Pada peluncuran mendatar
a.       Gerak pendahuluannya salah
b.      Menarik mendekat peluncuran mendatar
2.       Pada posisi tolak lepas
a.       Tungkai untuk berdiri pada akhir peluncuran mendatar tidak cukup jauh ditempatkan di bawah badan
b.      Penggunaan tungkai ayun tidak cukup atau terlalu tinggi.

Upaya pembetulan kesalahan pada tolakan

1.       Berlatih dengan tungkai ayun di ayunkan ke belakang dank e atas, kemudian kembali sampai pada tungkai untuk berdiri.
2.       Dengan datar sekali loncat-loncat kecil ke belakang pada tungkai untuk berdiri.  Latihan meluncur mendatar dengan gerak pendahuluan dan sampai pada posisi tolakan lepas dengan dan tanpa peluru.
3.       Lutut pada posisi tolak lepas ada di atas titik tapak kaki untuk berdiri
4.       Tungkai ayun diluruskan kea rah tolakan